Disclaimer
Informasi yang tertulis
dalam blog http://dindapratiwi21.blogspot.com/ secara
umum belum tentu kebenarannya. Blog http://dindapratiwi21.blogspot.com/ tidak
bersifat sara ataupun konten negatif. Blog http://dindapratiwi21.blogspot.com/ tidak
bertanggung jawab atas kesalahan tafsir yang tersirat maupun tersurat mengenai
isi blog ini. Blog http://dindapratiwi21.blogspot.com/ berhak
mengedit, menghapus, dan memperbarui isi blog ini. Blog http://dindapratiwi21.blogspot.com/ meminta
maaf apabila ada kesaahan kata atau tulisan kesamaan nama, lembaga, Negara dan
lainnya karena blog http://dindapratiwi21.blogspot.com/ itu
adalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaaan. Semua isi dalam blog
berkaitan dengan pemenuhan tugas kuliah.
BAB
I
ABSTRAK
Tujuan
penelitian ini untuk mengetahui subyek dan obyek program pembelajaran ICT bagi
guru di seluruh Indonesia yang dilakukan oleh PT. Teka Teki secara konsisten
sejak 2008 yang lalu.
Jenis
penelitian ini adalah penelitian deskriptif dan metode penelitian yang
diterapkan dalam penulisan ini menggunakan pendekatan hukum yuridis normatif
yaitu metode penelitian yang dilakukan dengan cara melakukan pengkajian
perundang-undangan yang berlaku dan diterapkan terhadap suatu permasalahan
hukum tertentu yang artinya sumber data yang diambil untuk penulisan ini adalah
bersumber dari data sekunder yang berupa bahan-bahan hukum dan buku. Program
yang dilakukan yaitu menggunakan metode-metode pengajaran yang dahulu
dikenal dengan tajuk “Bagimu Guru Ku Persembahkan” untuk melatih ribuan guru.
Hasil dari
penelitian ini, penulis menemukan program tersebut telah menjadi program
Indonesia Digital Learning yang berfokus pada bagaimana memberikan edukasi dan
pelatihan pada para guru untuk menggunakan teknologi informasi dan komunikasi
dalam melakukan pengajaran di kelas. PT.
Teka Teki ingin meningkatkan profesionalisme guru sebagai tenaga pendidik dengan
memanfaatkan perangkat IT serta mengenalkan metode pembelajaran berbasis digital dan dapat memahami
efektifitas teknologi melalui digital learning yang memudahkan proses belajar
mengajar sebagai sarana untuk
peningkatan mutu pendidikan di Indonesia.
BAB II
CONTOH KASUS
PT. Teka Teki merupakan perusahaan yang bergerak
di bidang jasa layanan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dan jaringan
telekomunikasi di Indonesia. Pemegang saham mayoritas Teka Teki adalah
Pemerintah RI sebesar 52.09%, sedangkan 47.91% sisanya dikuasai oleh publik. PT.
Teka Teki memiliki kegiatan usaha yang bertumbuh dan berubah seiring dengan
perkembangan teknologi, informasi dan digitalisasi, namun masih dalam koridor
industri telekomunikasi dan informasi dan saat ini sudah mengelola 6 produk
portofolio yang melayani empat segmen konsumen, yaitu korporat, perumahan,
perorangan dan segmen konsumen lainnya.
Di Tahun 2016, PT. Teka Teki mengadakan Indonesia Digital
Learning (IDL) sebagai salah
satu program CSR dengan wujud kepedulian perusahaan terhadap pergerakan
kemajuan pendidikan di Indonesia khususnya perkembangan potensi, minat, bakat
dan skill bagi para guru dalam bidang digital atau penggunaan system
Information, communication, and technology (ICT). Secara khusus, program ini
dibuat sebagai program peningkatan kompetensi guru di bidang TIK dalam proses
belajar mengajar. Banyak perusahaan swasta maupun BXY dapat dinilai menggunakan
sejumlah parameter yang salah satunya dampak dari program yang dilaksanakan,
serta mengacu pada tingkat dan cakupan kesuksesan program dalam mengatasi
sebuah masalah berdasarkan identifikasi kebutuhan sosial. Faktor inovasi out of
the box yang mengacu pada strategi dan inisiatif baru dengan pendekatan yang
belum diterapkan secara luas, dan dapat diadopsi dalam menjalankan kebutuhan
sosial.
Strategi CSR yang diterapkan oleh PT. Teka Teki mengambil konsep
“Triple Bottom Line”, yang mana perusahaan dapat melaksanakan pertumbuhan
bisnis yang berkelanjutan dan memandang agar perusahaan tetap eksistensi nya.
Dalam wujud suatu bisnis harus memperhatikan aspek pencapaian yaitu Profit, People,
Planet (“3P”) dengan
seimbang. Dan dengan mengupayakan laba (profit),
perusahaan juga harus terlibat dalam memenuhi kesejahteraan masyarakat (people) dan
selalu ikut serta berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan (planet).
BAB III
ANALISIS KASUS
PT. Teka Teki mengadakan pelatihan IDL yang dilaksanakan di 8 kota
yaitu Jakarta, Surabaya, Medan, Jogjakarta, Balikpapan, Jayapura, Makassar, dan
Bandung. Setelah proses pelatihan IDL selesai dilaksanakan, selanjutnya akan
diadakan Training Camp MTMH dan akan terpilih 45 orang hasil dari pelatihan
IDL, kemudian akan disaring lagi menjadi 17 orang. Lalu hasil akhir akan
menjadi 8 orang terpilih dalam awarding My Teacher My Hero
Competition. Dalam pelatihan Indonesia Digital
Learning, peserta akan melakukan training yang dipandu oleh para pakar yang
terpilih dengan mengaplikasikan modul yang telah dibentuk oleh PT. Teka Teki
bagi para guru dalam mengaplikasikan kualifikasi digital yaitu Information,
Technology and Communication (ICT). Pada program pelatihan Indonesia Digital Learning diharapkan para peserta mampu
mengaplikasikan materi-materi dalam Modul IDL 2016.
Tujuan penerapan dan komitmen yang diterapkan PT. Teka Teki dalam
program CSR ini yaitu untuk memberikan nilai tambah perusahaan dalam performasi
perusahaan, dan stakeholder dalam upaya mendukung kemajuan serta
mewujudkan kepedulian perusahaan terhadap masyarakat, dengan berkontribusi
nyata dalam pengembangan dan peningkatan mutu pendidikan di Indonesia. Selain
itu, program Indonesia Digital
Learning bertujuan untuk
mengenalkan metode pembelajaran berbasis digital kepada guru-guru, sehingga
para guru dapat memahami efektifitas teknologi melalui digital learning yang
memudahkan proses belajar mengajar dalam memperoleh akses untuk materi
pembelajaran. Dengan mengajak para guru, program ini menghimbau guru-guru untuk
memberikan materi pembelajaran yang menarik dan ekperimental dengan digital learning, serta
memahami konsep pengelolaan kelas yang efektif dan efisien melalui metode digital learning yang mana nantinya para guru dapat
mengaplikasikan materi pelatihhan dalam proses pembelajaran disekolahnya masing
masing.
Adapun tujuan khusus PT. Teka Teki dalam porogram CSR, yaitu untuk
memberikan presepsi bahwa PT. Teka Teki akan selalu ada dikalangan masyarakat
dengan memberikan pelatihan kepada guru-guru SD, SMP, SMA dan sederajat.
Pelatihan yang diberikan kepada para guru yaitu mengenai pembelajaran berbasis
digital dengan waktu pelatihan yang diselenggarakan berbeda di setiap kotanya.
Pada pelatihan yang diselenggarakan kali ini diikuti oleh 2.356 guru dari
seluruh Indonesia. Dengan
tujuan untuk meningkatkan profesialisme guru sebagai tenaga pendidik dengan
memanfaatkan perangkat IT sebagai sarana untuk peningkatan mutu pendidikan di
Indonesia.
Program CSR kali ini
memiliki peran terhadap pembentukan citra perusahaan. Banyak dampak yang
dirasakan oleh perusahaan dengan menjalankan kegitan ini. Dari sisi sosial,
perusahaan mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak, lalu secara integritasnya
program Indonesia Digital
Learning (IDL) merupakan
salah satu program yang berkelanjutan di PT. Teka Teki. Dengan adanya kegiatan Indonesia Digital
Learning ini, PT. Teka Teki
dapat berkolaborasi dengan seluruh guru yang ada di Indonesia. Dampak yang
dirasakan perusahaan didukung oleh perubahan presepsi peserta kepada PT. Teka
teki, setelah mengikuti program Indonesia Digital
Learning.
Dengan melaksanakan
program CSR ini, PT. Teka Teki meraih penghargaan sebagai The Best Program
untuk Kategori Peningkatan Mutu Pendidikan dalam ajang Nusantara CSR Summit
& Awards 2016. Melalui meningkatkan kompetensi, keterampilan dan kualitas
pengajar, khususnya dengan memanfaatkan ICT dalam proses belajar mengajar. PT.
Teka Teki dinilai berhasil memberi pengaruh positif bagi perubahan kepada
kehidupan komunitas guru.
DAFTAR PUSTAKA
Ramadhan,
Bagus, 2016. Program IDL oleh
PT. Teka Teki Dinobatkan Sebagai Program CSR terbaik di Indonesia.[Internet]. [Dilihat 11 April
2019]. Tersedia pada : https://www.guutnyusfromindonesia.id/2016/10/21/program-ini-dinobatkan-sebagai-program-csr-corporate-terbaik-di-indonesia